Selasa, 31 Mei 2016

Next Generation Network (NGN)

NEXT GENERATION NETWORK (NGN)





DISUSUN OLEH :

Geky Rialdi
(13101015)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
JL. DI. PANJAITAN 128 PURWOKERTO
2016




BAB I
LATAR BELAKANG

Pada awalnya, proses komunikasi data hanya berupa pengiriman satu atau beberapa file berupa teks berukuran kecil, sehingga dengan infrastruktur dan teknologi yang masih rendah pada saat itu, masih dapat dicapai kecepatan transfer yang cukup memuaskan. Akan tetapi, dengan bertambah pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan manusia, infrastruktur yang ada dan teknologi yang rendah sudah tidak lagi dapat menangani beban kerja yang ada. Transfer informasi berupa data, gambar, suara, dan komunikasi mobile berkualitas tinggi membutuhkan kecepatan transfer yang tinggi.
Konsep Next Generation Network (NGN) muncul dengan berbagai perbaikan dari sistem sebelumnya yang dinilai belum juga memuaskan. Konsep Next Generation Network (NGN) merepresentasikan sintesis dari dua teknologi besar yang telah berkembang sebelumnya, yaitu teknologi Public Switched Telephone Network (PSTN) dan teknologi Internet. Serta dibangun untuk merealisasikan perkembangan industri telekomunikasi masa depan yang bercirikan konvergensi dan optimasi jaringan, serta berkembangnya jenis digital trafik (layanan multimedia service).


BAB II
RUMUSAN MASALAH

1.   Apa itu NGN?
2.   Bagaimana konsep dasar NGN itu?
3.   Bagaimana aspek NGN itu?
4.   Bagaimana arsitektur NGN itu?
5.   Bagaimana implementasi NGN di bidang telekomunikasi?


BAB III
TINJAUAN TEORI

A.   Defenisi NGN
Next Generation Network (NGN) adalah jaringan berbasis paket yang mampu
menyediakan berbagai layanan telekomunikasi, dapat mengintegrasikan teknologi
broadband dan narrowband, menyediakan QoS (Quality of Service), memiliki layer aplikasi aplikasi yang independent independent terhadap terhadap layer transport, transport, memungkinkan memungkinkan akses tanpa batas ke berbagai penyedia layanan dan mendukung mobilitas untuk menyediakan layanan dimana saja dan kapan saja bagi pengguna.
NGN (Next generation network) mengkonvergensi antara jaringan sirkuit (Circuit Network) dan jaringan paket (paket network), termasuk di dalamnya jaringan seluler, yang akan menjadi kebutuhan di masa depan. Ini dikarenakan komunikasi bukan lagi Cuma melibatkan suara, namun juga data, gambar, bahkan video.
Pada perspektif yang praktis, NGN melibatkan 3 perubahan agricultural yang harus dilihat secera mendalam :
·     Pada jaringan inti, NGN mengimplikasikan suatu transport network yang dibangun dalam beberapa layanan yang berbeda pada satu transport network inti.
·     Pada kabel jaringan akses, NGN mengimplikasikan migrasi dari dual voice menuju ke suatu xDSL.
·     Pada kabel jaringan akses, satuan NGN ini mengimplikasikan migrasi dari constant bit rate voice menuju CableLabs.

B.   Konsep dasar NGN
Jaringan Internet Protocol (IP) muncul dan mengalami perkembanganyang sangat cepat dalam dunia komunikasi generasi terkini. Munculnya teknologi jaringan masa depan atau Next Generation Network (NGN) merupakan awal dari pemikiran untuk bermigrasi dari teknologi jaringan konvensional yang berbasiskan jaringan circuit switched seperti PSTN menuju jaringan berbasiskan sistem packet switched dengan menggunakan jaringan IP.
Awal kehadiran konsep jaringan NGN diikuti dengan munculnya jaringan softswitch yang bertujuan untuk mengakomodasi berbagai layanan khususnya voice pada jaringan IP. Teknologi softswitch pada dasarnya digunakan untuk melayani komuniksi voice dari jaringan IP atau non IP seperti PSTN, menuju jaringan IP atau sesama non IP dengan melewatkan suara pada jaringan berbasis packet switched.
Salah satu aplikasi softswitch adalah teknologi VoIP, yang telah muncul pada awal pemikiran konsep NGN. Teknologi softswitch ini merupakan teknologi baru sebagai pengembangan VoIP yang dirancang untuk mampu berkembang menuju jaringan NGN dengan proses yang bertahap.
Konsep dasar jaringan NGN yaitu jaringan yang berbasiskan system transfer informasi secara full packet mulai dari tingkat jaringan akses sampai dengan jaringan core network, terintegrasi secara keseluruhan jaringan (antara jaringan PSTN, PLMN, dan data), mendukung multiservice dengan protocol bersifat open standard dan mudah dalam pengembangan oleh provider maupun end-user. Diperlukan jaringan telekomunikasi yang bersifat Global untuk mewujudkan NGN. Untuk mendukung solusi tersebut digunakan alat yang di sebut Softswitch yang dapat menghubungkan antara jaringan circuit dengan jaringan paket termasuk di dalamnya jaringan PSTN,IP,GSM, TV kabel,dll.
Softswitch merupakan salah satu bagian penting dari jaringan NGN yang memungkinkan integrasi protokol/teknologi yang berbeda dapat digabungkan. Softswitch merupakan perangkat yang dapat diprogram (bersifat terbuka/tidak proprietary) dan juga berfungsi mengontrol panggilan/koneksi. Pada tahap implementasinya softswitch ini berinteraksi dengan jaringan eksisting (PSTN) maupun jaringandata berbasis wireline, atau softswitch merupakan teknologi komunikasi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan suara, data, dan multimedia secara terpadu. Selain itu softswitch juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan PSTN dalam bermigrasi menuju jaringan data. Sebagai konsep yangbaru, softswitch juga diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi berbagai permasalahan yang timbul pada PSTN, baik secara teknis maupun nonteknis.

C.  Aspek NGN
NGN ini ditandai dengan aspek-aspek mendasar berikut:
1.      Berbasis paket Transfer
2.       Pemisahan fungsi kontrol di antara kemampuan pembawa, panggilan/sesi, dan aplikasi/layanan
3.       Decoupling penyediaan layanan dari transportasi, dan penyediaan antarmuka terbuka
4.       Dukungan untuk berbagai layanan, aplikasi dan mekanisme berdasarkan blok bangunan layanan (termasuk real time/streaming/non-real time dan layanan multi-media)
5.       Broadband kemampuan dengan end-to-end QoS dan transparansi
6.       Interworking dengan jaringan warisan melalui antarmuka terbuka
7.       Generalised mobilitas
8.       Terkekang akses oleh pengguna untuk penyedia layanan yang berbeda
9.       Berbagai skema identifikasi yang dapat diselesaikan ke alamat IP untuk keperluan routing dalam jaringan IP
10.    Terpadu layanan karakteristik untuk layanan yang sama seperti yang dirasakan oleh pengguna
11.    Konvergensi layanan antara jaringan tetap dan Mobile
12.    Kemerdekaan layanan yang berhubungan dengan fungsi dari teknologi transportasi yang mendasari
13.    Dukungan dari beberapa teknologi last mile
14.    Kompatibel dengan semua persyaratan peraturan, misalnya menyangkut komunikasi darurat dan keamanan/privasi, dll

D.  Arsitektur NGN


·     Blok “Transport” membawa bukan hanya bagian media yang berupa data, suara, dan gambar dari customer, tetapi juga membawa sinyal-sinyal dariblok-blok lainnya.Transportasi data harus dioptimasi sesuai dengan beragam jenis trafik yang akan dilewatkan.Termasuk di dalam blok ini adalah transport di core network dan di accessnetwork, serta di mobile network.

·     Blok “Control and Signalling” melakukan pengendalian dengan bertukar informasi permintaan panggilan dan policy network serta mengirimkan perintah-perintah yang sesuai kepada blok “Transport” untuk menyampaikan media data dan sebagainya ke tujuan yang benar, sesuai policy yang ditetapkan.

·     Blok “Services and Application” berisi aplikasi-aplikasi network dalam bentuk software yang mendefinisikan layanan yang diberikan, feature yang disediakan, dan pengaturan-pengaturan lain, termasuk billing

E.   Implementasi NGN dibidang Telekomunikasi
Softswitch diimplementasikan dalam bentuk software yang dijalankan pada komputer yang tidak memerlukan spesifikasi hardware tertentu untuk aplikasi telekomunikasi. Berikut adalah contoh beberapa implementasi softswitch pada jaringan telekomunikasi 
1.   Komponen pendukung jaringan softswitch
Jaringan IP (Backbone, Edge/Access) 
2.   Softswitch
Kapasitas : dalam satuan BHCA
3.   Trunk gateway
Kapasitas jaringan ke jaringan lain (PSTN, Mobile, dll)
4.   Signaling gateway
Kapasitas SDL (signaling data link) yang dibutuhkan untuk kapasitas tertentu.
5.   Access Gateway
Kapasitas jumlah user
6.   Application Server
Aplikasi tergantung kepada jenis dan jumlah aplikasi
7.   OSS ( Operation Support System )
  
Manfaat Implementasi Softswitch :
1.   Mengurangi biaya
·     Manajemen jaringan lebih efisien
·     Biaya pengembangan layanan lebih rendah
·     Meningkatkan kapasitas jaringan eksisting dengan “offloading‟ data ke jaringan IP.
2.   Memperbaiki Penyediaan Layanan
·      Menyediakan layanan yang konvergen hingga dapat menawarkan value-added
·      Menggelar layanan lebih cepat
·      Menyediakan kemampuan untuk end-user dapat memelihara layanan yang diperlukannya.
3.   Memfasilitasi migrasi ke jaringan IP
·     Mendukung proses migrasi dari PSTN ke jaringan data (IP) secara mulus, sehingga mengurangi rugi-rugi yang dapat ditimbulkan akibat proses migrasi tersebut
·     Evolusi jaringan dan layanan menggunakan arsitektur terbuka dan terdistribusi diharapkan dapat mengurangi dominasi ketergantungan pada pihak-pihak tertentu dalam operasi maupun pengembangannya


BAB IV
KESIMPULAN

1.    Next Generation Network (NGN) dirancang untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur infokom abad ke 21.
2.    Jaringannya tidak lagi diharapkan bersifat TDM, melainkan sudah dalam bentuk paket-paket yang efisien, namun dengan QoS terjaga.
3.    NGN harus mampu mengelola dan membawa berbagai macam trafik sesuai kebutuhan customer yang terus berkembang.
4.    NGN disusun dalam blok-blok kerja yang terbuka, dan bersifat open system. Setiap blok memiliki pengembangan yang terbuka lebar, namun harus selalu dapat dikomunikasikan dengan pengembangan blok-blok lainnya.
5.    Implementasi NGN adalah softswitch yang memiliki manfaat mengurangi biaya, memperbaiki penyediaan layanan, memfasilitasi migrasi ke jaringan IP.
6.    Harapannya pada abad ke 21 NGN (Next Generation Network) sudah dapat diimplementasikan secara keseluruhan tanpa ada hambatan


Rabu, 31 Desember 2014

PROSES MANAJEMEN PROYEK

*      Siklus PDCA
PDCA adalah singkatan dari PLAN, DO, CHECK dan ACTION yaitu siklus peningkatan proses (Process Improvement) yang berkesinambungan atau secara terus menerus seperti lingkaran yang tidak ada akhirnya. Konsep siklus PDCA (Plan, Do, Check dan Action) ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli manajemen kualitas dari Amerika Serikat yang bernama Dr. William Edwards Deming.



Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai siklus PDCA (PDCA Cycle) :
     
   §  PLAN (MERENCANAKAN)
Tahap PLAN adalah tahap untuk menetapkan Target atau Sasaran yang ingin dicapai dalam peningkatan proses ataupun permasalahan yang ingin dipecahkan, kemudian menentukan Metode yang akan digunakan untuk mencapai Target atau Sasaran yang telah ditetapkan tersebut. Dalam Tahap PLAN ini juga meliputi pembentukan Tim Peningkatan Proses (Process Improvement Team) dan melakukan pelatihan-pelatihan terhadap sumber daya manusia yang berada di dalam Tim tersebut serta batas-batas waktu (Jadwal) yang diperlukan untuk melakukan perencanaan-perencanaan yang telah ditentukan. Perencanaan terhadap penggunaan sumber daya lainnya seperti Biaya dan Mesin juga perlukan dipertimbangkan dalam Tahap PLAN ini.
    
   §  DO (MELAKSANAKAN)
Tahap DO adalah tahap penerapan atau melaksanakan semua yang telah direncanakan di Tahap PLAN termasuk menjalankan proses-nya, memproduksi serta melakukan pengumpulan data (data collection) yang kemudian akan digunakan untuk tahap CHECK dan ACTION.
    
   §  CHECK (MEMERIKSA)
Tahap CHECK adalah tahap pemeriksaan dan peninjauan ulang serta mempelajari hasil-hasil dari penerapan di tahap DO. Melakukan perbandingan antara hasil aktual yang telah dicapai dengan Target yang ditetapkan dan juga ketepatan jadwal yang telah ditentukan.
    
   §  ACTION (MENINDAK)
Tahap ACTION adalah tahap untuk mengambil tindakan yang seperlunya terhadap hasil-hasil dari tahap CHECK. Terdapat 2 jenis Tindakan yang harus dilakukan berdasarkan hasil yang dicapainya, antara lain :
1.    Tindakan Perbaikan (Corrective Action) yang berupa solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pencapaian Target, Tindakan Perbaikan ini perlu diambil jika hasilnya tidak mencapai apa yang telah ditargetkan.
2.    Tindakan Standarisasi (Standardization Action) yaitu tindakan untuk men-standarisasi-kan cara ataupun praktek terbaik yang telah dilakukan , Tindakan Standarisasi ini dilakukan jika hasilnya mencapai Target yang telah ditetapkan.


Siklus tersebut akan kembali lagi ke tahap PLAN untuk melakukan peningkatan proses selanjutnya sehingga terjadi siklus peningkatan proses yang terus menerus (Continuous Process Improvement).



Proses Project Scope Management



*      Inisiasi Proyek (Project Initiation)
             a)    Definisi Project Initiation
Inisiasi proyek (project initiation) adalah tahap awal (pertama kalinya) suatu proyek dimulai. Dalam artian memberikan gambaran global suatu proyek dalam bentuk defenisi proyek yang berisi ruang lingkup proyek, tujuan proyek, waktu pengerjaan proyek, biaya proyek dan informasi umum lainnya.
            b)    Tujuan Project Initiation
o   Menentukan tujuan proyek secara rinci
o Mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factor) untuk pelaksanaan proyek.
o   Menentukan ruang lingkup proyek, jadwal proyek, kebutuhan sumber daya proyek secara garis besar, asumsi proyek, serta batasan-batasan proyek sebagai acuan dalam membuat perencanaan manajemen proyek (project management plan)
o   Menentukan kriteria keberhasilan proyek
            c)    Mekanisme Project Initiation
o   Pemilik proyek (project owner) memberi penugasan (assigment) kepada manajer proyek (project manager) dan tim proyek (project team).
o   Manajer proyek dan tim proyek secara bersama-sama membuat defenisi proyek (project defenition) dan disetujui oleh pemilik proyek.
o   Defenisi proyek yang telah dibuat, selanjutnya akan dijadikan sebagai acuan atau landasan dalam pembuatan perencanaan manajemen proyek (project management plan).

*      Perencanaan Proyek (Project Planning)
             a)    Definisi Project Planning
Perencanaan proyek secara umum berisi : tujuan dan ruang lingkup proyek (scope manajemen), waktu pengerjaan atau jadwal proyek (time management), rencana anggaran biaya proyek (cost management), kualitas proyek (quality management), sumber daya proyek (resource management), manajemen risiko (risk management), perencanaan komunikasi (communication management), pengadaan (procurement management), serta integrasi (integration management).
             b)    Tujuan Project Planning
o   Mendefenisikan ruang lingkup proyek.
o   Membuat detail jadwal pelaksanaan proyek.
o   Menentukan alokasi dana yang dibutuhkan proyek.
o   Menetapkan prosedur dan mekanisme pengontrolan proyek.
o   Menentukan kualifikasi, peran dan tanggung jawab, serta jumlah personil yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek.
Mengidentifikasi risiko-risiko proyek dan menentukan tindakan penanggulangannya. (project risk management)
Membuat perencanaan komunikasi selama pelaksanaan proyek (communication management).
o   Menentukan dan menyetujui project baseline yang akan menjadi acuan untuk mengukur kinerja proyek.
            c)    Mekanisme Project Planning
o   Manajer proyek bersama-sama dengan tim proyek mempelajari kembali defenisi proyek.
o   Membuat perencanaan manajemen proyek (project management plan) berdasarkan defenisi proyek yang telah dibuat.
o    Persetujuan dari pemilik proyek, bahwa project management

*      Pelaksanaan Proyek (Project Execution)
            a)    Definisi Project Execution
                  Project execution adalah tindak lanjut dari apa yang telah dituangkan dalam               project management plan.
            b)    Tujuan Project Execution
       o   Merealisasikan perencanaan proyek dan tertuang dalam perencanaan                        manajemen proyek (project management plan).
o   Mengoordinasikan kinerja tim proyek dan juga mengoptimalkannya, serta pemanfaatan sumber daya non-personil.
o   Merealisasikan perubahan perencanaan proyek yang telah disetujui.
            c)    Mekanisme Project Execution
o   Manajer proyek dan tim proyek membentuk kerjasama tim selama proyek berlangsung, atau sering disebut dengan pembentukan team building.
o   Manajer proyek dan tim proyek melaksanakan semua tugas yang sudah tertuang di dalam project management plan.
o   Membuat laporan pelaksanaan proyek.
o   Mendapatkan persetujuan atau approval untuk setiap fase pekerjaan atau deliverable proyek yang telah diselesaikan.

*      Pengontrolan Proyek (Project Controlling)
            a)    Definisi Project Controlling
 Project controlling adalah pengontrolan terhadap kegiatan atau aktivitas-aktivitas suatu proyek. Mengontrol apakah langkah demi langkah dalam pelaksanaan kegiatan proyek tersebut sudah sesuai dengan yang telah ditentukan seperti pada project management plan yang telah dibuat.  Juga mengecek apakah kegiatan proyek yang dilaksanakan sudah sesuai dengan estimasi dan rencana awal, serta sesuai dengan target atau belum. Bila belum action atau tindakan apa yang harus dilakukan agar tujuan proyek bisa terpenuhi.
            b)    Tujuan Project Controlling
       o   Memastikan pencapaian tujuan proyek apakah sesuai dengan target yang                 telah ditentukan.
o   Mengontrol pelaksanaan proyek agar sesuai dengan estimasi dan rencana awal. Dengan melakukan kontrol diharapkan adanya masukan apakah project management plan perlu di-update atau tidak.
            c)    Mekanisme Project Controlling
       o   Kontrol terhadap waktu, cakupan dan mutu.
o   Kontrol terhadap biaya
o   Membuat laporan tentang kemajuan proyek
o   Jika diperlukan adakan perubahan rencana.

*      Penutupan Proyek (Project Closure)
            a)    Definisi Project Closure
 Project closure merupakan akhir dari serangkaian kegiatan proyek. Pada intinya tahapan penutupan proyek (project closure) adalah memberikan laporan tentang hasil-hasil apa saja yang diperoleh dari suatu rangkaian aktivitas proyek yang telah dilaksanakan yang dituangkan dalam bentuk dokumen laporan.
            b)    Tujuan Project Closure
o   Secara formal mengakhiri proyek dengan semua pihak yang terlibat di dalam suatu proyek.
o   Mengakhiri penugasan anggota tim proyek.
            c)    Mekanisme Project Closure
o   Manajer proyek melakukan serah terima hasil pekerjaan berupa: laporan pelaksanaan pekerjaan, laporan penyelesaian pekerjaan, BA penyelesaian pekerjaan, BA serah terima pekerjaan.
o   Pembubaran tim proyek.